Welcome To My Blog :)

Rabu, 19 September 2012

Jurnal 1 Analisis Mutu Susu Kacang Kedelai Produk Industri Rumah Tangga

     I.    Abstrak
Analisis mutu susu kacang kedelai produk industri rumah tangga. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian dan ketidaksesuaian mutu susu kacang kedelai di pasaran yang dibandingkan dengan SNI 01-0222-1995 dan 0138301995. Metode dan hasil pengujian yang dilakukan adalah: Uji Fisika (Uji Organoleptik: bau, rasa, dan warna menyatakan kategori normal), Uji Kimia (pH sampel sebesar 6.53, Kadar Protein sebesar 2.91%, Kadar Lemak sebesar 2.17%, Kadar Total Padatan sebesar 11.63%, Pengawet Buatan Na-Benzoat sebesar 193.27ppm, Pemanis Buatan Sakarin negatif, Pemanis Buatan Siklamat positif, Cemaran Logam: Pb, Cu, Sn tidak dapat dideteksi oleh alat Spektrofotometri Serapan Atom, Zn sebesar 4.03ppm, Hg sebesar 2.91ppb, As sebesar 0,15ppb), Uji Mikrobiologi (Angka Lempeng Total sebesar 1.4x104 koloni/ml, Bakteri Koliform sebesar 36 APM/ml, Bakteri E. Coli sebesar 0 APM/ml, Bakteri Patogen negatif, Jumlah Kapang sebesar 5.5x103 koloni/ml. Setelah dibandingkan dengan SNI 01-0222-1995 dan 0138301995 maka susu kedelai kurang baik untuk dikonsumsi. Dalam penetapan kadar cemaran logam sebaiknya digunakan ICP untuk hasil yang lebih baik.

   II.    Pendahuluan
Susu kedelai adalah sari kedelai yang diperoleh dengan cara menghancurkan biji kedelai dalam air dingin atau panas. Saat ini, susu kedelai diproduksi oleh masyarakat umum khususnya industri rumah tangga. Susu kedelai mudah diproduksi, harganya murah, dan mudah ditemukan di toko-toko atau pasar tetapi kualitas produk industri rumah tangga belum terstandarisasi. Itulah alasan pentingnya melakukan analisis mutu susu kedelai. Tujuan dilakukannya analisis mutu susu kedelai adalah untuk mengetahui kualitas susu kedelai bila dibandingkan dengan SNI.

  III.    Metoda Analisa
No.
Tipe Analisis
Metode
Parameter
1.
Fisika
Organoleptik
Keadaan :
a. Bau
b. Rasa
c. Warna
2.
Kimia
Kjedahl
Kadar Protein
Weilbull
Kadar Lemak
Instrumentasi
pH
Gravimetri
Kadar Total Padatan
Titrimetri
a. Kadar Pemanis Buatan
b. Kadar Pengawet
Spektrofotometri
Cemaran Logam :
Serapan Atom
a. Pb
b. Cu
c. Zn
d. Sn
e. Hg
f. As
3.
Mikrobiologi
Angka Lempeng
a. Bakteri Salmonella
Total (ALT)
b. Staphylococcus aureus
c. Vibrio sp.
d. Kapang
Angka Paling Mungkin (APM)

a. Bentuk bakteri coli


b. Bakteri E. Coli


 IV.    Hasil Analisa
No.
Kualitas Standar
Satuan
Standar
Hasil
1.
Organoleptik



a. Bau
-
Normal
Normal
b. Rasa
-
Normal
Normal
c. Warna
-
Normal
Normal
2.
pH Sampel
-
6,5 – 7,0
6,53
3.
Proksimat



a.    Protein
% w/w
Min. 2,0
2,91
b.    Lemak
% w/w
Min. 1,0
2,17
c.    Total Padatan
% w/w
Min. 11,50
11,63
4.
Bahan Tambah Makanan



a.    Pemanis Buatan



1)       Sakarin
-
(-)
(-)
2)       Siklamat
-
(-)
(+)
b.    Pengawet Buatan
mg/kg
Maks. 600
193,27
5.
Cemaran Logam



Timbal ( Pb )
mg/kg
Maks. 0,2
Tidak Dapat Dideteksi Alat
Tembaga ( Cu )
mg/kg
Maks. 2,0
Tidak Dapat Dideteksi Alat
Timah ( Sn )
mg/kg
Maks. 40
Tidak Dapat Dideteksi Alat
Seng (Zn)
mg/kg
Maks. 5
4,03
Raksa ( Hg )
mg/1000kg
Maks. 30
2,91
Arsen ( As )
mg/1000kg
Maks. 100
0,15
6.
Mikrobiologi



a. Angka Lempeng Total
Koloni/ml
Maks.2 x 102
1,4 x 104
b. Koliform
APM/ml
Maks. 20
36
c. E.coli
APM/ml
< 3
0
d.Staphylococcus aureus
-
Negatif
(-)
e. Salmonella
-
Negatif
(-)
f.  Vibrio sp.
-
Negatif
Tidak Dianalisis
g. Kapang
Koloni/ml
Maks. 50
5,5 x 103

   V.    Pembahasan
Dalam cemaran logam, diperoleh hasil tidak bisa dibaca oleh alat, dikarenakan hasil absorbansi berada di bawah limit deteksi yang ditunjukkan oleh alat. Hasil dari jumlah angka lempeng total, koliform, dan jumlah kapang lebih tinggi dari standar. Ini mungkin disebabkan oleh proses pembuatan sampel yang tidak steril (seperti peralatan dan bahan yang digunakan) dan kontaminan mikroba selama waktu penyimpanan atau sebelum proses analisis. Perbedaan suhu penyimpanan sebelum proses analisis juga dapat membuat bakteri tumbuh dengan baik. Untuk melindungi susu kedelai dari kontaminan mikroba, produsen dapat menambahkan beberapa bahan pengawet makanan, misalnya natrium benzoat. Pengawet dapat membuat waktu penyimpanan susu kedelai lebih panjang dari sebelumnya.

 VI.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis yang dibandingkan dengan SNI 01-0222-1995 dan 0138301995 didapatkan bahwa susu kedelai produk industri rumah tangga kurang baik untuk dikonsumsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar